Presentasi kolaboratif antara Tobatenun, Aluih, Subeng Klasik, dan FILO yang mengangkat semangat persatuan melalui ragam ekspresi budaya dan kriya Indonesia.
Jakarta, 3 Juni 2026 — Dalam semangat Hari Pancasila dan tema “Unity in Diversity”, Tobatenun bersama Aluih, Subeng Klasik, dan FILO menghadirkan sebuah presentasi kolaboratif yang merayakan kekayaan budaya Indonesia melalui wastra, busana, perhiasan, dan kriya. Menghadirkan Tenun Batak, kebaya panjang khas, perhiasan inspirasi tradisional, serta tas rajut, acara ini menjadi ruang apresiasi terhadap tradisi yang terus hidup dan berkembang dalam konteks kontemporer.
Mengangkat tajuk “Unity in Diversity — Weaving Unity, Wearing Heritage”, kolaborasi ini berangkat dari kesamaan visi para pelaku kreatif perempuan yang menjadikan tradisi sebagai sumber inspirasi sekaligus ruang inovasi. Deretan kain Tenun yang ditampilkan dalam presentasi ini merupakan hasil kurasi Yayasan Rumah Komunitas Wastra, atau yang lebih dikenal sebagai Jabu Bonang, yayasan mitra Tobatenun yang menaungi lebih dari 300 perajin Tenun dari berbagai wilayah di Tanah Batak, Sumatra Utara. Melalui pendekatan yang berakar pada pelestarian budaya dan pemberdayaan komunitas, karya-karya tersebut mencerminkan kekayaan tradisi yang terus berkembang.
Label mode Aluih menampilkan interpretasi kontemporer terhadap kebaya panjang Sumatera melalui siluet yang ringan, elegan, dan mudah dikenakan. Kehadiran perhiasan dari Subeng Klasik memperkaya narasi budaya melalui detail-detail yang terinspirasi dari ragam perhiasan tradisional Nusantara, sementara FILO melengkapi presentasi dengan koleksi tas rajut yang menonjolkan keahlian kriya dan pendekatan desain yang kontemporer. Presentasi ini juga dimeriahkan oleh 16 muse persona yang merupakan sahabat Tobatenun.
“Keberagaman merupakan salah satu kekuatan terbesar Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa tradisi yang lahir dari latar budaya yang berbeda dapat hadir dalam satu narasi yang harmonis dan relevan bagi kehidupan masa kini. Bagi Tobatenun, pelestarian budaya tidak hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tetapi juga tentang menciptakan ruang agar para perajin, desainer, dan pelaku kreatif dapat terus membawa rangkaian cerita tersebut ke masa depan,” ujar Moza Pramita Siregar, Chief Marketing Officer Tobatenun.
Melalui perpaduan empat disiplin kreatif tersebut, acara ini menghadirkan sebuah harmoni visual yang menggambarkan Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan tradisi, cerita, dan keberagaman budaya. Lebih dari sekadar presentasi mode, kolaborasi ini juga menjadi penghormatan terhadap para perempuan yang terus berkarya, melestarikan pengetahuan turun-temurun, serta menjaga relevansi budaya dalam kehidupan modern.
Sebagai sebuah perayaan Hari Pancasila, presentasi kolaboratif ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman—sebuah refleksi bahwa perbedaan latar budaya, teknik, dan tradisi dapat berpadu menjadi kekuatan yang memperkaya wajah Indonesia hari ini dan di masa mendatang. Acara ini turut didukung oleh MakeOver by PARAGON Corp, PT. Phapros Tbk, The Wings Group, CLARA Indonesia dan Sugar&Cream